Kamis, 24 Mei 2018

Perangkat KBM Sugeng


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
TEMATIK


Satuan Pendidikan        : SDN Sawunggaling VIII
Kelas/Semester             : 1 / 1
Tema                             : 1. DIRIKU             
Subtema                        : 1. 3. AKU MERAWAT TUBUHKU                                
Pembelajaran                 : 1
Muatan Terpadu           : Bahasa Indonesia
Alokasi Waktu              :  6 x 35’
Pelaksanaan                  : 25 Mei 2018

A.    KOMPETENSI INTI

1.      Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya
2.      Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya
diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru.
3.      Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar,melihat, membaca] dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentangdirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yangdijumpainya di rumah dan di sekolah.
4.      Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis, dalamkarya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dandalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlakmulia.

B.     KOMPETENSI DASAR KI 1 dan KI 2

BHS INDONESIA
2.4.    Memiliki kedisiplinan dan tanggung jawab merawat tubuh agar sehat dan bugar melalui pemanfaatan bahasa Indonesiadan/atau bahasa daerah
3.2.    Mengenal teks petunjuk/arahantentang perawatan tubuhserta pemeliharaan kesehatan
          dan kebugaran tubuh denganbantuan guru atau teman dalambahasa Indonesia lisan dan tulisyang dapat diisi dengan kosakatabahasa daerah untuk membantupemahaman
4.2.    Mempraktikkan teks arahan/ petunjuk tentang merawat tubuhserta kesehatan dan kebugarantubuh secara mandiri dalambahasa Indonesia lisan dan tulisyang dapat diisi dengan kosakatabahasa daerah untuk membantupenyajian
INDIKATOR
BHS INDONESIA
·                Menjelaskan secara lisan cara-cara merawat tubuh.
·                Menjelaskan secara lisan bagian-bagian pada diri kita yang harus dijaga kebersihannya


C.      KOMPETENSI DASAR KI 3 dan KI 4
3.2.    Mengenal teks petunjuk/arahantentang perawatan tubuhserta pemeliharaan kesehatan dan kebugaran tubuh denganbantuan guru atau teman dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis dapat diisi dengan kosakata Bahasa daerah untuk membantu pemahaman
4.2     Mempraktikkan teks arahan/petunjuk tentang merawat tubuhserta kesehatan dan kebugaran tubuh secara mandiri dalam bahasa  Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu penyajian


Indikator
·         Menjelaskan seara lisan cara – cara merawat tubuh
·         Menjelaskan secara lisan bagian –bagian pada diri kita yang haru dijaga kebersihannya.


D.      TUJUAN PEMBELAJARAN

1.         Setelah mendengar penjelasan dari guru, siswa dapatmenyebutkan cara-cara menjaga kebersihan tubuhdengan benar.
2.         Setelah melihat contoh dari guru, siswa dapatmempraktikkan cara mencuci tangan dengan benar.
3.         Setelah bertanya jawab, siswa dapat menjelaskancara-cara merawat tubuh.
4.         Setelah berdiskusi, siswa dapat memasangkankartu kegiatan merawat tubuh dengan tepat.
E.     MATERI
·             Merawat dan Menjaga Kebersihan Tubuh
·             Benda-benda untuk merawat tubuh 
                                                               
F.     METODE
·             Penugasan, Tanya Jawab, Diskusi , Demonstrasi

G.    LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

1.             Siswa diminta mengamati gambar/poster.
2.             Guru menjelaskan tentang pentingnya menjagakebersihan diri sendiri maupun lingkungan.
3.             Guru menanyakan apa saja pada diri kita yang harusdijaga kebersihannya, mengapa dan bagaimana.
4.             Guru menanyakan apa saja pada lingkungan yangharus dijaga kebersihannya, mengapa dan bagaimana.
5.             Siswa diminta maju ke depan kelas.
6.             Siswa menjelaskan gambar meliputi penjelasankegiatan dan tujuan. Misalnyagambarorangberolahraga supaya badan sehat, di bawah bimbinganguru.
7.             Siswa diajak untuk membersihkan kelas dan sekitarnya.
8.             Setelah selesai guru mengajak siswa untuk mencuci tangannya.
9.             Guru mencontohkan cara mencuci tangan dengan benar.
10.         Sebagai penutup guru menjelaskan tentang pentingnya menjaga kesehatan.
11.         Guru menyampaikan bahwa merawat dan menjaga kebersihan tubuh merupakansalah satu bentuk syukur pada Tuhan atas anugerah yang telah diberikan-Nya.

Benda-benda untuk merawat tubuh   

1.                Guru mengingatkan kembali mengenai kegiatan-kegiatanyang dapat dilakukan untuk merawattubuh seperti mandi, keramas, mencuci tangan,dan mencuci kaki.
2.                Guru bertanya pada siswa bagaimana cara-cara mereka dalam merawat tubuh.
3.                Rangkum jawaban seluruh siswa. Kemudian, tanyakan pada siswa mengenai benda-bendayang mereka gunakan dalam merawat tubuh.
4.                Setelah seluruh siswa mencoba menjawab, guru berkata bahwa guru memiliki satukotak rahasia (kotak dapat berupa kardus bekas sepatu). Kotak tersebut telah berisiperalatan mandi seperti sabun, sampo, sikat gigi, dan odol.
5.                Keluarkan satu per satu dari dalam kotak sambil bertanya pada siswa, “Apakah kalianmenggunakan (sabun)?” dan seterusnya.
6.                Diskusikan bersama siswa kegunaan dari benda-benda merawat tubuh tersebut.Siapkan 4 set kartu kegiatan merawat tubuh serta benda-benda untuk merawat tubuh.
7.                Bagi siswa ke dalam beberapa kelompok untuk memasangkan kartu-kartu tersebut.
8.                Setelah memasangkan kartu, minta siswa untuk mengerjakan latihan yang terdapatpada buku siswa.
9.                Sebagai penutup guru mengingatkan siswa untuk mandi dan keramas secara teratur

H.    MEDIA DAN ALAT PEMBELAJARAN

·             Gambar/poster kegiatan merawat tubuh
·             Sabun cuci tangan
·             Potongan kertas (kartu) dengan gambar kegiatanmerawat tubuh seperti pentingnya tidur, makan,mandi, cuci tangan, dan cuci kaki    
·             Kardus bekas pasta gigi, sabun dan lain-lain.
·             Kartu-kartu kegiatan merawat tubuh (lampiran 1)

I.       PENILAIAN
OBSERVASI (PENGAMATAN)
Lembar Pengamatan Bercerita dan Mempraktikan Cara Mencuci Tangan

NO
Kriteria
Terlihat (v)
Belum Terlihat (v)
1
Kemampuan bercerita berdasarkan gambar


2
Kepercayaan diri dalam bercerita


3
Kemampuan dalam mempraktikkan cara mencuci tangan



OBSERVASI (PENGAMATAN)
Lembar Pengamatan Permainan Bangun Ruang
NO
Kriteria
Terlihat (v)
Belum Terlihat (v)
1
Ketepatan memilih gambar


2
Antusias mengikuti permainan



Mengetahui
Kepala Sekolah





(…………………………..)

Surabaya,  2018
Guru Kelas 1





(Sugeng Triswahyono)
 NIP 198602252014021001



PPDB surabaya

Ketua PPDB Surabaya Ir. Yusuf Masruh, MM menfatakan, sampai penutupan pendaftaran PPDB jalur sekolah kawasan pukul 23.59 malam kemarin (20/05) sebanyak 10.406 siswa telah melakukan pendaftaran secara online.

“Rinciannya 5.509 pendaftar tingkat SMP dan 4.897 pendaftar SMA kawasan”.

Ia menjelaskan, sementara ada 13 SMP dan SMA yang ada di Kota Surabaya, siap digunakan untuk selenggarakan Tes Potensi Akademik (TPA) PPDB sekolah jalur kawasan.

"23 sekolah tersebut akan menampung 10.406 peserta dalam TPA tahun ini," urainya.

Pentingnya guru

pentingnya peranan guru

Dunia pendidikan selamanya tidak akan pernah terlepas dari guru. Peranan guru sangat besar jika dibandingkan dengan profasi yang lain, hal ini karena pendidikan memegang peranan penting dalam membentuk kepribadian seseorang. guru bukan hanya beetindak sebagai seorang pemberi ilmu, tapi lebih dari itu, guru juga bertindak sebagai pendidik, pengayom, pembina kepada setiap orang yang menjadi bagian dari tanggung jawabnya.
pada era tahun 50-an, sosok seorang guru sangat disegani dan di hormati. guru dianggap sebagai sosok yang lebih dari profesi lain yang ada. sosok guru sangat disegani. masyarakat jepang sangat menghormati seorang guru lebih dari seorang kepala negara. pada awal kemerdekaan, pendapatan seorang guru lebih dari pendapatan dari profesi lain.
dunia terus berubah dan demikin juga dengan profesionalisme guru. pengetahuan yang berkembang dari masa ke masa menuntuk setiap insan yang berprofesi sebagai guru untuk lebih memacu dan menyiapkan serta menyesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan yang berkembang. seiring perjalanan waktu dewasa ini,  guru bukan hanya bertindak sebagai pendidik, pengayom, pembina semata, lebih dari itu, guru dituntut untuk terjun langsung pada dunia penelitian.